http://wadi.co.id

Tanaman yang Berberkah PDF Cetak E-mail
Ditulis Oleh husin   
Selasa, 26 Pebruari 2008

Tanaman yang Berberkah
Dipublikasi pada Wednesday, 13 February 2008 oleh sam-design
 

 Oleh: Usman Husnan

 

Diceritakan bahwa suatu ketika al-Ghazali meninggalkan kota Thus. Ketika pulang, dia mendengar kabar bahwa ada orang saleh di tetangga desa. Al-Ghazali pun hendak mengunjunginya. Al-Ghazali mendapatinya sedang menanam benih gandung di ladang.

 


Ketika melihat al-Ghazali datang, orang saleh itu menghentikan pekerjaannya untuk menemui al-Ghazali. Para santrinya menawarkan diri untuk menggantikan pekerjaannya bercocok tanam. Dia menolak. Al-Ghazali menanyakan alasannya.

 

“Aku tanam benih ini dengan hati yang mengingat Allah dan lidah menyebut nama Allah,” Syaikh itu menjawab pertanyaan al-Ghazali, “Aku ingin siapa saja memakannya kelak akan mendapatkan berkah. Karena itu saya tidak ingin benih ini ditanam dengan hati yang tidak mengingat Allah dan lidah yang tidak menyebut nama Allah”.

 

Al-Sahrawardîy, Abd. Qâhir bin Abdil-Lâh. ‘Awârif al-Ma‘ârif, Takmilah Ihyâ’. Juz 5. hlm. 166. Dar al-Fikr. 1995/1415.

Perbaharui terakhir ( Selasa, 26 Pebruari 2008 )
 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

Radio Online


Copyright vEsti24

Buka Formulir






Anda lupa Kata sandi ?
Belum terdaftar ? Pendaftaran